Mari Berbagi Bacaan …

Ide tidak hanya sekadar kata
atau apapun yang teraudiokan dan tervisualkan
hingga bisa ditangkap oleh indera manusia.
Ide adalah sumber energi dari sebuah kreativitas
yang tidak hilang meski acara untuk ide itu telah selesai
~ Bang Aswi, 2012

Bandung. Ah, kota ini seperti tidak ada habis-habisnya untuk dibahas. Untuk diulik. Untuk diceritakan. Selalu ada cerita yang lebih spektakuler dari sebelumnya. Dari sudut manapun. Bisa jadi dikarenakan letak Bandung yang berada di dalam wajan raksasa bernama Cekungan Bandung. Semua ide selalu terendap, tidak menguap begitu saja. Bisa jadi karena faktor walikotanya yang selalu mengeluarkan banyak ide dengan kota tercintanya. Atau bisa jadi karena orang-orang yang tinggal di dalamnya. Warganya yang begitu peduli dan perhatian pada kotanya yang unik dan cantik ini. Semuanya bersatu padu hingga akhirnya menghasilkan karya yang tidak pernah habis. Dari kuliner, hingga berbagai event yang akhirnya mendunia seperti gelaran Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015 kemarin.

Read the rest of this entry »

A leader is best when people barely know he exists, when his work is done, they will say: we did it ourselves – Lao Tzu

Bagi Anda yang telah memiliki anak, seberapa sering Anda menghabiskan waktu bersama mereka? Yup, tanpa disadari bisa jadi waktu efektif kita sebagai orangtua bersama anak-anak ternyata sedikit sekali jika dibandingkan dengan waktu kita bersama kawan-kawan di kantor atau di lingkungan dimana kita beraktivitas. Bahkan, terlalu sedikit. Ada beberapa, bisa jadi banyak, para orangtua yang berangkat kerja saat anak-anaknya belum bangun, lalu pulang ke rumah saat anak-anak sudah terlelap. Yang bisa dilakukan olehnya hanyalah memandang wajah teduh mereka yang entah lagi memimpikan apa. Lalu bagaimana dengan sosok itu?

Dia tidak jauh berbeda. Itulah mengapa dirinya memutuskan untuk resign sekira dua tahun lalu. Harapan tertingginya pada saat itu adalah bisa mendampingi anak-anaknya setiap hari. Tetapi hidup memang tidak semudah yang diteorikan atau direncanakan. Masih saja waktunya jauh lebih sedikit dari waktunya bercengkerama dengan orang lain. Sebagai seorang pemimpin di sebuah ruang bernama keluarga, dirinya terlalu banyak kekurangan. Masih banyak pelajaran atau ilmu yang harus digali agar bisa menjadi kepala rumah tangga yang paripurna. Itulah mengapa jika ada waktu yang bisa digunakan demi kebersamaan dirinya dengan anak-anak, akan dipaksakan. Dan itu juga yang dia lakukan saat mengajak Kakak Bintan ke sebuah tempat makan yang mengasyikkan di daerah Dago, bernama Noah’s Barn, menjelang makan siang.

Read the rest of this entry »

Aihhh … blogger naik daun lagi, neh. Kurvanya naik turun sesuai perkembangan teknologi dan mood. Nah, yang terakhir ini memang jadi penyakit banyak blogger, dan juga manusia lainnya (termasuk sosok itu). Meski sempat tenggelam beberapa tahun lalu, ngeblog terus berenang untuk sampai ke permukaan hingga akhirnya sekarang telah berhasil mengapung dan terbang meninggalkan dunia air. Duh, kesannya. Pokoknya, yang dulu blogger hanya bisa disentuh oleh tangan-tangan idealis, kini sudah semakin dilirik oleh banyak kalangan. Banjir undangan pun memenuhi. Asal aktif di grup yang khusus, dijamin bahan tulisan tidak pernah habis. Perut kenyang dan syukur-syukur isi dompet bertambah sudah bukan barang aneh lagi.

Hanya saja, tidak sedikit blogger yang akhirnya malah terbawa arus. Mereka laksana buih di lautan dan tidak memiliki identitas lagi sebagai apa adanya mereka. Ya sebagai pribadi maupun sebagai blogger. Sosok itu sendiri sedang becermin, jangan-jangan dirinya juga telah berubah menjadi buih. Lalu ditiup oleh anak-anak hingga menjadi gelembung-gelembung yang diterbangkan angin menuju entah. Gelembung yang rapuh dan mudah sekali pecah. Idiiih … serem banget. Yup, blogger itu kan unik. Mereka memiliki ciri khas tertentu sehingga wajar kalau akhirnya dipercaya untuk mem-branding sesuatu. Entah itu event ataupun produk. Nah, kalau ciri khas itu hilang, lalu apa bedanya dengan jurnalis? Eh, jurnalis masih mending karena punya payung media. Lah, kalau blogger payungnya apa?

Read the rest of this entry »

Semalam sosok itu merinding. Bergidik. Penjelasan seorang ustadz yang juga sahabat baik tentang warisan membuat hatinya terbuka. Ibu mertua sudah lama pergi. Bapak mertua pun pergi dan sedang menuju angka satu tahun. Waktu memang berkelebat laksana kilat. Banyak orang, mayoritas orang, sangat tabu membicarakan masalah warisan. “Nanti saja. Tidak baik membicarakan masalah itu.” Bahkan ada yang menjawab dengan istilah “Segan”. Sang ustadz tersenyum getir, “Itulah yang terjadi pada masyarakat kita. Mengutamakan hukum adat daripada hukum agama. Padahal warisan itu sudah harus dibuka saat salah satu dari kedua orangtua kita meninggal. Ini sudah hukum Allah dan Rasul-Nya. Dijelaskan begitu gamblang dan panjang lebar di awal-awal Surah An-Nisa dan ditutup lagi di akhir surah.”

Hati sosok itu dibuka paksa, dengan kelembutan. Terlalu lama menahan ihwal warisan berujung dosa besar dan membawa ketidakberkahan. Bersegera menyelesaikan warisan memberi keberkahan dan membuka tali silaturahmi, asal harus berdasar hukum Allah dan Rasul-Nya, bukan hukum adat. Bahwa anak laki-laki mendapatkan dua kali lipat anak perempuan, bahwa anak angkat tidak mendapatkan hak, semua sudah ada hitungan dan aturannya. Bahwa setiap orang ada haknya, termasuk sendi tulang yang ada di tubuh kita memiliki hak untuk disedekahkan dengan mendirikan Shalat Dhuha. Bahkan hewan dan tumbuhan juga memiliki haknya. Setiap jiwa ada haknya. “Sejengkal saja mengambil hak orang lain, maka laksana mengalungkan bara api di leher.” Naudzubillah. Dan pembicaraan berlanjut betapa sudah banyak orang menggunakan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas khusus (fasus) demi kepentingan pribadi. Di atas saluran air didirikan bangunan tambahan, seperti lahan parkir. Begitu seterusnya. Dan bayangan kalung bara api menggidikkan sosok itu. Ya Allah….

Read the rest of this entry »

Suasana keramaian masih terasa di Gedung Merdeka dan sekitarnya. Puncak Konferensi Asia Afrika (KAA) sudah berlalu, Parade KAA atau yang lebih dikenal dengan Asian African Carnival 2015 juga baru saja lewat, namun memang auranya masih terasa. Tanaman yang katanya diinjak-injak karena antusias warga yang ingin menonton sudah dipulihkan dan diperbaiki dengan cepat. Begitu pula dengan bangku di trotoar, tidak terlihat lagi mana yang pernah patah. Sosok itu bersyukur karena Pemkot Bandung begitu cepat bergerak demi kota yang cantik dan ramah bagi para pejalan kaki dan penikmat fotografi. Warganya benar-benar dimanja, meski secara SDM harus perlu dibina lagi. Memang tidak serta merta sim salabim. Perlu ada proses.

Proses inilah yang tampaknya dijadikan patokan oleh Indosat. Meski dua grup pesaingnya telah meluncurkan jaringan 4G-LTE lebih dahulu, anggota dari Grup Ooredoo ini tidak terburu-buru mengikuti. Semuanya terjawab sudah pada hari Rabu kemarin (29 April 2015). Sosok itu sendiri turut menyaksikan setelah memarkirkan sepedanya di sisi Kali Cikapundung, sebagai bagian dari 10 (sepuluh) #BloggerBDG yang diundang. Begitu sederhana tepat di samping Gedung Merdeka. Yup, Indosat secara resmi dan bersamaan meluncurkan jaringan Super 4G-LTE di Bali, Yogyakarta, dan Bandung hari itu. Peluncuran itu sejalan dengan rencana perusahaan untuk memperluas cakupan jaringan 4G-LTE sekaligus untuk memastikan bahwa Indosat selalu menghadirkan akses data terbaik dalam hal kecepatan dan kestabilan. Keren.

Read the rest of this entry »

Satu kata: Salute! Yup, mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan betapa XL benar-benar sigap membantu terlaksana dan lancarnya seluruh rangkaian yang berkaitan dengan Konferensi Asia Afrika. Bukan hanya sekadar janji akan jaringan komunikasi atau jaringan internet yang handal tetapi bukti nyata bahwa dukungan XL kepada Relawan KAA adalah benar adanya. Salah duanya adalah pemberian kartu perdana bagi ribuan relawan agar mereka bisa berkomunikasi antarmereka, termasuk pembagian kaos untuk 3.000 relawan. Bukan jumlah yang sedikit. Apalagi dengan kaos ini, para relawan bisa dimudahkan untuk makan karena dianggap sebagai diskon atau bahkan makan gratis di beberapa tempat makan yang ditunjuk. Keren.

Event-25

Read the rest of this entry »

Geef mij maar nasi goreng met een gebakken ei
Wat sambal en wat kroepoek en een goed glas bier erbij
Beri saja aku nasi goreng dengan omelet telur
Dengan sambal dan kerupuk dan segelas bir

Kuliner-14

Read the rest of this entry »

Archives

Forum Lingkar Pena

Blog Stats

  • 291,681 hits
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 5,861 other followers