Mari Berbagi Bacaan …

Sehat itu mudah dan tidak sulit
Yang penting adalah mau menjalaninya
Buah alami solusinya dan janganlah pelit
Beli dan nikmatilah saat mengonsumsinya

Rasa sumringah yang sejak tadi meresap ke dalam hati tiba-tiba lenyap. Indahnya pemandangan yang ada di sekelilingnya seolah langsung berubah menjadi neraka. Warna biru langit, warna hijau pepohonan, atau asap eksotis yang melayang-layang di atas danau tidak lagi menjadi perhatian utama. Pandangan sosok itu nanar. Berputar tak tentu arah. Kadang memperhatikan sang belahan jiwa yang semakin menjauh, atau hanya menapak pada sepatu. Sesaaak sekali! Ia mencoba menarik napas panjang. Tapi sulit! Napasnya hanya tinggal satu-satu. Ia tahu tidak ada yang bisa menolongnya saat ini. Bau belerang itulah penyebabnya, ditambah baru saja menyelesaikan lari-jalan sejauh 5K. Ia menenangkan diri, meyogakan diri. Selang beberapa menit, napasnya kembali lega. Alhamdulillah.

Read the rest of this entry »

“Bi, lihat, deh. Ini tabungan Kakak selama ini. Kalau Abi butuh ambil saja, nanti Kakak bisa menabung lagi. Lagian Kakak sudah mulai mengurangi uang jajan agar bisa nabung setiap hari.”

Sedih. Miris. Seolah ada jarum-jarum kecil yang secara tiba-tiba hadir di dalam hati. Menusuk-nusuk tanpa memedulikan inangnya yang sedang jatuh. Sebagai orangtua, siapa yang tidak ‘mbrebes mili‘ saat seorang anak mengatakan kalimat seperti di atas. Di satu sisi ada kebanggaan bahwa anak yang baru duduk di kelas 5 SD sudah begitu mulia dan pengertiannya memahami kondisi keuangan keluarga. Tapi di satu sisi, ada rasa malu dan hina. Ya, kehidupan memang tidak selamanya indah. Laksana roda yang terus berputar—entah perlahan atau cepat—atau kadang ngetem pada waktu yang tidak disangka-sangka, kehidupan seseorang tidak selamanya di atas. Dan kalimat Kakak di atas, tentu saja terjadi saat sosok itu sedang berada pada ekonomi kasta terbawah.

Read the rest of this entry »

Makanan yang kita hidangkan
adalah karunia Tuhan, mohon
jangan disia-siakan (Mohon dihabiskan)

Blogger-32

Hmmm … sudah lama sosok itu dan sang belahan jiwa tidak kencan. Untuk itulah kalau ada kesempatan tentu tidak akan disiakan. Seperti yang terjadi pada hari kemarin. Entah kebetulan atau tidak, menjelang siang yang makin menerik, kedua pasangan itu bermotor ria dari arah selatan menuju utara Bandung. Menembus jalan raya yang padat, memasuki beberapa jalan tikus agar tidak terjebak kemacetan. Menjelang jam istirahat, tampaknya semua pekerja kantoran keluar untuk mengisi perutnya. Begitu pula dengan sosok itu dan sang belahan jiwa.

Read the rest of this entry »

Cinta … ah, sebuah kata yang menyihir
Hingga siapa pun tidak ingin disadarkan

Blogger-27

Hati Rena berbunga-bunga. Ia sendiri tidak tahu mengapa. Hanya saja perasaannya begitu kuat bahwa ada sesuatu yang istimewa hari ini. Ia hanya bisa menebak di dalam hati. Ajakan Handoko terasa tiba-tiba, juga misterius. Padahal sudah beberapa kali mereka makan berdua di warung pinggir jalan, kafe, atau resto. “Ah, ada gerangan apa ini?” bisiknya tak tenang. Ya, siapa juga yang santai-santai saja saat dirinya dibawa ke daerah Bandung Atas, lalu berbelok memasuki sebuah bangunan klasik. Tempat makan yang tidak biasa dan … pasti mahal. Dari luar tidak tampak seperti tempat makan, tetapi ada banyak kendaraan yang terparkir. Untunglah ada beberapa infografis yang menunjukkan bahwa tempat yang ditujunya adalah memang tempat makan. Satu kata untuk resto ini: mewah.

Read the rest of this entry »

Hari yang cerah. Sosok itu mengayuh pedal tidak terlalu ngotot, toh mentari masih bermalas-malasan. Jalanan pun masih belum terlalu padat meski tidak bisa dibilang sepi. Pukul enam kurang sedikit tadi berangkat dari Kelapa Gading. Sempat berkenalan dengan pesepeda lain di depan Taman Suropati yang ternyata berasal dari B2W Bekasi. Ngobrol singkat tentang jalur sepeda yang baru dibuat di jalan Diponegoro, akhirnya mereka berdua berpisah tepat sebelum Bundaran HI. Sosok itu pun masih sempat bernarsis ria tak jauh dari sana, tepat saat jalan menanjak di Stasiun Sudirman. Tak lama, dia berhasil memasukkan sepedanya untuk parkir di basement Gedung Sampoerna Strategic Square (S3).

Blogger-23

Read the rest of this entry »

Ada-ada saja yang dilakukan Adik Anin setiap harinya. Perempuan berusia 8 tahun itu memang tidak bisa diam. Banyak orang mengatakan kalau dirinya sangat tomboy, bahkan melebihi kemampuan anak lelaki seusianya. Ada rasa bangga, tetapi sambil geleng-geleng kepala. Pernah pada suatu malam, Adik Anin pulang ke rumah dengan menangis yang tidak biasa. Biasanya memang tidak menangis, dan kalaupun menangis pasti tidak ada suaranya dan cenderung langsung lari ke dalam kamar dan menutup wajahnya dengan bantal. Menangis kali ini sambil sesenggukan. Apalagi dengan posisi tangan dijepit sekuat tenaga. Feeling sosok itu sebagai seorang Abi langsung tahu ada yang tidak beres pada ketiaknya. Benar saja. Darah mengucur deras dengan luka menganga cukup besar. Malam itu Adik Anin pun langsung dioperasi di Ruang IGD.

Pada hari lain, Adik Anin masuk ke rumah dengan meringis, dan jalan agak pincang. “Kenapa?” tanya sosok itu langsung. “Jatuh,” jawabnya. Sosok itu pun langsung melihat lukanya. Tidak terlalu parah, tapi banyak luka yang harus segera dibersihkan dan diberikan semacam obat merah. Ini yang paling tidak disukai Adik Anin. Ada saja alasan agar tidak diberikan obat merah. “Udah! Udah gak sakit. Udah sembuh, kok!” katanya sambil mencoba melarikan diri. Demi kebaikan dirinya, tentu pemberian obat merah harus cepat dilakukan agar tidak terjadi infeksi. Atau pernah saat bersantai di depan TV, sosok itu tidak sengaja melihat ke bagian kaki Adik Anin. Ada luka di sana. “Itu kenapa?” Adik Anin malah nyengir, “Kena kenalpot, kemaren.” Sosok itu hanya menggeleng-gelengkan kepala.

Read the rest of this entry »

Ya, Bapak merayakan milad hari ini (1 Desember) yang ke-75. Tapi sudah dirayakan oleh anak-anak dan cucu-cucunya kemarin di Cileungsi. Di usianya yang sudah lewat ketentuan sunnah Rasul, Bapak termasuk kakek yang sangat bugar. Otot-ototnya masih tampak, pekerjaan sehari-hari di rumah seperti mencuci baju dan lain-lain masih dijalainya tanpa keluh kesah. Hanya saja olahraga favorit yang mengantarkan dirinya menjadi atlet tingkat kantor sudah tidak bisa dijalani lagi, yaitu bulutangkis.

Kenang-16

Bapak paling tengah, paling pendek

Read the rest of this entry »

Archives

Forum Lingkar Pena

Blog Stats

  • 273,881 hits
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 5,450 other followers