Mari Berbagi Bacaan …

alam memang selalu mengajarkan
pada manusia agar terus menjaga keseimbangan
dan di sinilah kota itu tumbuh dan berkembang
hunian yang modern tetapi selaras dengan alam

Pameran-05

Read the rest of this entry »

ibukota buku sejagat atau world book capital
itulah yang ingin dicapai bandung di tahun 2017
kota yang begitu mencintai dan menghargai buku
sebagai bagian dari konsep bandung juara

Pameran-01

Read the rest of this entry »

Event-45

Jujur, kalau ditanya apakah sosok itu suka bola, jawabannya sederhana. Ya. Akan tetapi kalau ditanya ada berapa kaos bola yang dimilikinya, maka jawabannya … satu. Memang satu. Itu pun kaos bola miliknya semasa masih berstatus mahasiswa. 16 tahun lalu. Kaos biru strip putih di lengan dan bernomor punggung 20, nomor favoritnya saat menjadi penjaga gawang. Cuma satu. Mengapa? Rumit dan bisa dibilang tidak masuk akal. Sosok itu penggila olahraga, salahsatunya ya sepakbola. Kalau main bola posisi favoritnya adalah kiper, dan itu yang memang dipercaya oleh rekan setimnya. Baik dari semasa kecil hingga bekerja. Entah sudah berapa pertandingan resmi yang diikutinya. Yang terakhir, Juara 3 antarperusahaan di bawah sebuah bank syariah.

Read the rest of this entry »

Lomba-14

Apa hubungan Mbak Irma Devita dengan blogger-blogger Jember? Itulah pertanyaan pertama yang terlintas saat mengetahui para blogger Jember mengadakan giveaway berkenaan dengan buku terbaru Mbak Irma. Oke, mungkin sama-sama blogger yang sudah lama saling kenal. Itu alasan sederhana yang bisa dipahami. Sampai kemudian Zuhanna Priit menghubungi sosok itu untuk menanyakan alamat rumahnya. Kemudian, sampailah ‘Sang Patriot’ dengan selamat dan sosok itu pun bisa membacanya. Dan di dalam novel—bukan buku—itulah jawabannya ditemukan, terutama di bagian ‘Sekapur Sirih’. Salam takjub untuk semua yang terlibat.

Read the rest of this entry »

Es, di mana-mana hanya es
Biru, dingin, dan … membeku
Bercampur aduk di dalam kegelapan
Kegelapan zaman es

Dinding batu itu terbuka lebar. Itu sebuah pintu menuju perut bumi! Hawa dingin menyeruak keluar dan tiba-tiba … orang-orang prasejarah keluar dan menari. Ya, menari. Mereka tampak senang dan bahagia menerima kedatangan sosok itu. Tubuh ini menggigil, tidak hanya oleh dinginnya udara yang menurun drastis tetapi juga oleh aura jutaan tahun lalu saat planet Bumi masih berusia muda. Awalnya ragu, tapi akhirnya gerbang itu dimasuki juga dan terpampang sebuah goa yang menakjubkan dengan dinding es yang eksotis. Tidak terlalu gelap karena masih ada cahaya remang-remang di sana. Di ujung goa yang berliku, cahaya matahari sesaat menyilaukan pandangan. Ternyata ada jalan lain keluar goa. Jalan setapak yang mendaki, dengan pohon-pohon zaman prasejarah, dan juga pemandangan pintu goa yang terlihat di bawahnya. Melewati jembatan, hingga akhirnya memasuki goa lain di atasnya. Gelap. Hingga akhirnya sampai di sebuah bebatuan dengan pohon berlubang di sana.

Read the rest of this entry »

Sambungan dari Bos Badir Meradang (1)

Negara Paman Sam boleh berang terhadap Osama. Namun keberangan itu haruslah disesuaikan dengan bukti-bukti yang ada. Janganlah menjadikan keberangan itu menimbulkan kerugian yang akan menambah masalah baru bagi insan-insan yang tidak berdosa. Insan-insan yang hanya mengetahui perjuangan hidup untuk dapat makan sehari-hari dan penghidupan yang layak. Ya, hidup yang layak seperti aku. Tidak menjadi masalah bila kepolisian menuduhku sebagai otak di belakang kasus pengeboman BEJ dan Atrium Senen. Tetapi sekali lagi, apakah layak jika tuduhan itu berlebihan dan memporak-porandakan kehidupanku? Tidak!

“Bagaimana dengan penyelidikan yang kamu lakukan selama ini, Paijo?” tanyaku sambil menuangkan scotch ke dalam sloki.
“Hampir berhasil, Bos.”
“Hampir berhasil bagaimana!?” hardikku.

Read the rest of this entry »

Kehidupan baru saja lahir
: hanya begitu saja
Telur dahulu
atau anak ayam dahulu?

Awalnya aku adalah orang yang miskin. Lahir dari sebuah keluarga yang tergolong elit (baca: ekonomi sulit) dan tinggal di kawasan yang terbilang kumuh, tepatnya di bagian utara Jakarta. Karena berawal dari keadaan di bawah roda kehidupan, akhirnya kepribadianku terbentuk secara alami untuk mengatasi hal-hal yang selalu terjadi pada rakyat kecil. Aku jadi tidak gampangan cengeng, menyukai kekerasan, dan berusaha mendapatkan sesuatu dengan menghalalkan segala cara. Namun itu semua sudah kurasakan seiring terkurasnya keringat dan darahku. Episode masa lalu yang tidak perlu diingat-ingat, apalagi melihat keadaanku yang sudah berubah drastis saat ini. Tetapi perlu diingat, bahwa walaupun aku sudah tergolong eksekutif, kepribadianku masih tetap seperti yang dulu. Dingin dan kejam.

Read the rest of this entry »

Summarecon Mal Bekasi
Takumi Blog Competition

Archives

Forum Lingkar Pena

Blog Stats

  • 208,154 hits
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 188 other followers