Menentukan Sikap dalam Menulis

Naskah ini dimuat di Harian Pikiran Rakyat (Kamis, 5/11/09) pada suplemen Kampus (Literasi)

Adakah bagian dari tubuh manusia yang dapat membedakan dua orang yang kembar? Ya, tentu saja ada, yaitu sidik jari. Artinya, tidak ada dua manusia di dunia ini yang memiliki sidik jari yang sama, kendati keduanya termasuk yang kembar identik sekalipun. Tak heran jika kemudian sidik jari telah menjadi metode identifikasi yang masih digunakan hingga kini.

Sidik jari sebenarnya telah digunakan beberapa ribu tahun yang lalu, yaitu oleh orang-orang Suriah dan Cina sebagai penanda sahnya sebuah dokumen. Sedangkan penggunaan modernnya diperkenalkan oleh seorang ahli psikologi Ceko, Johannes Evangelista Purkinje, yang pada 1823 mengajukan cara mengidentifikasi seseorang berdasarkan alur yang terdapat pada ujung jari. Cara ini kemudian diperbarui oleh Sir Francis Galton, seorang ilmuwan Inggris, pada akhir abad ke-19. Hingga kemudian, Sir Edward Richard Henry yang membawahi kepolisian di Bengal, India, pada 1890 mulai menggunakan sidik jari untuk mengidentifikasi kasus kriminal.

Continue reading “Menentukan Sikap dalam Menulis”