Kata Sifat dan Kata Keterangan

Salam, mari kita bahas kalimat pertama cerpen Anda, “Jeritan di Tengah Malam”.

Sinar bulan keperakan menerobos naungan hijau tebal yang terbentuk dari ranting pepohonan jati tua dan dengan lembut menotoli monumen marmer yang seabad umurnya itu, yang berdiri dengan sedih dan terbuang di sudut terpencil pekuburan sunyi.

Anda menulis kalimat tersebut karena Anda ingin menata adegan dan menciptakan suasana bagi cerpen yang akan Anda kisahkan. Anda berusaha melakukan apa yang dilakukan musik pada bagian pembuka sebuah film. Akan tetapi, kalimat Anda kekurangan vitalitas; ada yang menahan ia meraih kehidupan. Nyawa seluruh kisah sebenarnya terancam oleh kata sifat (keperakan, tebal, hijau, tua, seabad umurnya, sedih, terbuang, terpencil, sunyi). Kisah ini sudah berisiko sejak awal karena kata-kata sifat (adjektiva) itu mengambil alih kendali tulisan, mengaburkan pandangan Anda dari apa yang ingin Anda uraikan.

Continue reading “Kata Sifat dan Kata Keterangan”