Repost: Mari Berperang!

Mari kawan, singsingkan lengan baju
Tembus hutan dan lumpur tak bertuan
Tak peduli peluh dan darah…
Karena peluh sudah memang sewajarnya
Sedangkan darah hanya masalah kecelakaan semata
Mari … angkat SENJATA!

Continue reading “Repost: Mari Berperang!”

Gairah Bertempur Sampai Klimaks

Siapa pun pasti suka dengan gerakan aksi. Ada hormon adrenalin yang tercurahkan sehingga menimbulkan sensasi berbeda dari keadaan normal sehari-hari. Meski kita tidak suka dengan hal kekerasan di alam nyata atau bersinggungan dengan fisik kita sendiri, tetapi pada umumnya manusia membutuhkan dengan hal itu. Oleh karena itulah–untuk amannya–mereka menghabiskan hormon adrenalin pada permainan-permainan tertentu atau menonton film-film berbau aksi.

Film-film pertempuran adalah salah satu film bergenre aksi yang amat diminati–meski hati kecil kita sangat membenci peperangan. Ada keringat, ada jantung yang berpacu, ada darah, ada strategi, dan juga ada airmata di sana. Semuanya berkumpul menjadi satu dan pada akhirnya menjadi hiburan bagi mental kita yang kehausan. Akan tetapi semua itu pun tidak bisa disamaratakan karena masih ada juga manusia yang berhati damai. Benci dengan darah. Benci dengan pertempuran. Wallahu’alam.

Continue reading “Gairah Bertempur Sampai Klimaks”

Tentara yang Pulang

Seorang tentara yang selamat dari Perang Vietnam baru saja kembali pulang. Sebelum pulang ke rumah orangtuanya, ia menelepon orangtuanya dari San Francisco, tempat pesawat yang mengantarkannya mendarat. Kedua orang tuanya tentu saja sangat senang mengetahui kalau anaknya selamat dari peperangan itu.

“Ibu, Ayah, saya akan kembali pulang, tetapi ada sesuatu yang ingin saya tanyakan. Saya memiliki seorang teman yang ingin ikut bersama saya ke rumah.”

“Silakan saja,” jawab mereka, “kami senang dan ingin bertemu dengan temanmu itu.”

“Tetapi ada sesuatu yang harus Ibu dan Ayah ketahui,” lanjut sang tentara, “temanku itu terluka parah saat peperangan. Dia menginjak ranjau sehingga harus kehilangan satu tangan dan satu kakinya. Saat ini dia tidak tahu lagi mau kemana, dan terus terang saja kalau saya menginginkan dia tinggal bersama kita.”

Continue reading “Tentara yang Pulang”