Siang di Toko Bangunan

“Nasinya dibungkus atau makan di sini?” tanya ibu penjaga warung. “Dibungkus aja, Bu,” jawab saya. Setelah serah terima nasi bungkus dengan uang, saya pun melangkah keluar. Dua puluh langkah kemudian, saya memasuki sebuah toko bangunan. “Ada gembok?” tanya saya pada penjaga toko setelah sampai di dalamnya. Saya pun langsung disuguhi bermacam-macam gembok. Saya meneliti satu persatu gembok tersebut.

Seorang bapak terlihat capek sekali. Peluh di wajahnya tampak begitu membanjir, mungkin dia baru saja menempuh perjalanan yang cukup jauh atau baru saja berputar-putar mencari sesuatu yang tak kunjung didapatnya. Saat dia masuk, saya pun mencoba tersenyum padanya dengan harapan rasa lelahnya bisa menguap, meski hanya sejentik saja. Namun, dia hanya menarik ujung bibirnya.

Continue reading “Siang di Toko Bangunan”