Mencari Ide dengan Lemparan Ajaib

Menulis adalah profesi, dan hal itu sudah pernah saya bahas di sini. Apapun aktivitas kita, adalah profesi. Apabila aktivitas sobat baraya sehari-hari adalah mengajar, berarti profesi sobat baraya adalah menjadi seorang guru atau dosen. Begitu pula jika aktivitas sobat baraya sehari-hari adalah menulis. Dan profesi, pada titik tertentu akan mengalami kemandulan. Suatu saat, manusia akan mengalami kehidupan di bawah. Bagi seorang penulis, masa ini bisa jadi adalah kejumudan yang membuatnya tak dapat menemukan ide. Namun seperti sebuah roda, kehidupan akan terus bergulir. Dunia kepenulisan akan terus bergulir. Pada titik inilah seorang penulis harus beristirahat. Bertamasya. Mungkin menulis diari bisa menjadi pilihan tamasya yang menyegarkan. “Orang yang kembali ke buku harian adalah orang yang mencari dirinya, penyusuran jalan menuju pengembangan dan kesadaran, jalan menuju kreativitas,” kata Anais Nin.

Akan tetapi, bagaimana dengan orang yang aktivitas sehari-harinya adalah menulis diari? Carilah bentuk tamasya lainnya. Intinya adalah menyegarkan. Setelah bertamasya, otak dan fisik sobat baraya kembali menjadi segar dan siap untuk beraktivitas kembali.

Continue reading “Mencari Ide dengan Lemparan Ajaib”