Berlarilah dengan Jujur

Hanya suara napas
Dan suara sepatu menapak aspal

Kejujuran memang tidak bisa dipaksakan. Ia lahir dari dalam diri dan hati. Ia muncul dari keterbiasaan. Ia terbentuk saat kata ‘iman’ tertanam dengan baik dan tumbuh subur. Meski lingkungan bermakar curang terus mengintai, di mana saja. Itulah yang tampak terjadi pada event lari internasional di Jakarta pada hari Minggu (26/10/2014). Pada saat sosok itu terengah-engah memantapkan diri untuk tidak berjalan, ada saja pelari lain yang tiba-tiba mengambil jalan pintas. Panitia memang ada, tetapi kan manusiawi lengah. Tidak hanya satu-dua. Setelah KM5, makin bertambah lagi jumlahnya yang memotong kompas. Itu baru yang kategori 10K. Bagaimana dengan yang 5K, HM, atau FM? Mungkin lebih dari yang dilihat sosok itu.

Continue reading “Berlarilah dengan Jujur”