Repost: Mari Berperang!

Mari kawan, singsingkan lengan baju
Tembus hutan dan lumpur tak bertuan
Tak peduli peluh dan darah…
Karena peluh sudah memang sewajarnya
Sedangkan darah hanya masalah kecelakaan semata
Mari … angkat SENJATA!

Continue reading “Repost: Mari Berperang!”

Kenangan Bersepeda

Sosok itu mengernyit. Boleh jadi dia merasa sehat dengan kondisi fisiknya saat ini, apalagi dengan keberhasilannya mendonor darah beberapa waktu lalu. Menggowes sepeda pada medan yang menanjak dan curam pun sudah takmenjadi kendala. Semalam pun berhasil melewati rute yang membuatnya β€˜ngos-ngosan’ saat menghadiri akikahan seorang kawan. Akan tetapi, bagaimana dengan berat badannya?

Pertama kali bersepeda ke daerah β€˜atas’ dimana SPIDI masih berwarna asli bersama Pak Bayu, Pak Rikvi, dan Herlan ke Gunung Batu melewati Dago Pakar pada 29 April 2005

Pada saat donor darah, sosok itu begitu terkejut dengan angka 77. Angka kembar yang benar-benar menghantuinya. Sebelumnya, takpernah berat badannya mencapai angka itu. Okelah fisiknya didukung oleh tinggi badannya yang tergolong jangkung, tapi tetap saja dirinya merasa serbasalah. Normalnya, BB harusnya di bawah angka 70. Belum lagi kondisi perut yang makin maju. Jelas ini aib!

Continue reading “Kenangan Bersepeda”