Bahagia Itu di Keluarga

Alhamdulillah, usia pernikahan sosok itu telah menapaki angka 10 tahun dan menjelang 11 tahun. Takada kebahagiaan yang lebih dan menenangkan selain kebahagiaan di keluarga sendiri. Bisa memiliki anak, bercengkerama dengan mereka, dan didampingi istri yang cantik nan salihah. Sekali lagi, betapa pun hebatnya kita berada di lingkungan komunitas atau organisasi di luar sana (apa pun bentuk dan namanya), kebahagiaan bersama keluarga adalah muara akhirnya.

Kehebatan seorang suami tidak sebanding dengan kehebatan istri di belakang yang selalu mendukungnya menjadi orang hebat. Sosok itu mengakui bahwa keberhasilannya kini taklepas dari keberhasilan sang belahan jiwa mendukung dan mendorong semangatnya tanpa henti. Sosok itu sering menangis jika mengingat pengalaman keluarganya di awal-awal pernikahan. Dari yang tidak punya pekerjaan, tidak punya uang atau materi, hingga akhirnya dianggap berhasil oleh kawan-kawan saat ini. Apalagi yang hendak diucapkan selain β€˜alhamdulillah’. Segala puji bagi Allah Swt.

Continue reading “Bahagia Itu di Keluarga”

Alhamdulillah….

Sedang menikmati indahnya suasana. Hari-hari yang indah walau ada lelah dengan suami yang luar biasa pengertian: yang nggak pernah marahin [paling ngomel-ngomel :))]. Dengan segala kelebihan dan keterbatasannya, alhamdulillah semakin harinya semakin sayang aja.

Dengan dua putri yang cantik. Sangat menyenangkan hati. Kakak Bibing yang melankolis tapi penuh perhatian. Yang nggak pernah puas mencari dan mencoba hal-hal baru. Yang nggak pernah lelah belajar. Anak yang penuh semangat persis seperti abinya: selalu serius mengerjakan sesuatu. Belakangan ada kemajuan bisa melawan :). Biasanya, kan, kalau diganggu sepupunya atau adenya, hanya bisa diam dan menangis.

Continue reading “Alhamdulillah….”