Mari Berbagi Bacaan …

Posts Tagged ‘sehat

Ya, Bang Rhoma sudah mengingatkan bahwa begadang itu tidak sehat. Penyakit yang paling parah dari aktivitas begadang adalah kanker hati! Apalagi jika ditambah dengan aktivitas lain yang amat mubazir dan bahkan mengganggu orang lain untuk beristirahat. Ingat, mencegah jauh lebih baik dan murah ketimbang harus mengobati. Bangun kesiangan yang juga merupakan proses lanjutan dari begadang pun juga tidak sehat, tidak hanya rezeki yang katanya dipatok ayam.

Oleh karena itu, mulai saat ini juga: Yuk, atur gaya hidup kita lebih sehat lagi dengan tidak begadang dan bangun kesiangan. Atur juga pola makan kita sehari-hari. Pengaturan jadwal istirahat dan pola makan ini perlu diperhatikan karena memang tubuh kita sudah otomatis memiliki jam kerja yang tidak bisa diubah lagi, yaitu untuk penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna.

Read the rest of this entry »

Berbicara tentang kesehatan selalu tidak lepas dengan peran ahli kesehatan. Jika dahulu kita mengenal adanya tabib maka kini profesi itu sudah melekat pada dokter. Secara teori, kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis (Siti Nafsiah, 2000). Namun kesehatan menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing orang karena dalam Islam telah ditekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari ibadah.

Bahkan, kesehatan pun menjadi tanggung jawab pemerintah sesuai dengan Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan yang menyebutkan bahwa tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk. Tanggung jawab ini saling bersinergi demi terwujudnya derajat kesehatan yang optimal berada di tangan seluruh masyarakat Indonesia, pemerintah, dan juga pihak swasta secara bersama-sama. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang. Dan kesehatan pun merupakan salah satu unsur kesejahteraan umum (UU RI No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran).

Read the rest of this entry »

Sosok itu menerawang. Jauh ke masa lalu, sekira sepuluh tahun silam. Pada saat dirinya masih berstatus mahasiswa. Pada saat dimana dengan sekuat tenaga, dia mencoba menyelesaikan ujian praktikum. Ujian pertama yang di hadapinya. Meski tubuhnya menggigil. Meski sudah berbalut jaket tebal dan berbalut lagi dengan jas labnya.

Hari itu memang berhasil, tapi tidak dengan hari-hari berikutnya. Dengan muka pasi, dirinya memaksakan diri ke luar kota: keesokan harinya. Semalam hampir saja dia kehilangan kesadaran. Perutnya makin membuncit yang entah penyebabnya. Dan di depan kedua orangtuanya, sosok itu menjatuhkan diri. Letih, yang amat sangat. “Mirip tengkorak hidup,” ujar sang ibu.

Read the rest of this entry »

Dua hari terakhir ini, saya mencoba mengembalikan kehidupan yang lebih alami lagi, khususnya pada asupan yang akan mengisi tubuh saya. Jujur, saya pun ‘ngeri’ melihat perkembangan tubuh yang luar biasa. Terakhir menimbang, yaitu seminggu yang lalu, berat badan saya telah mencapai 76 kg. Bandingkan dengan ketinggian tubuh saya yang hanya 170 cm. Idealnya, tubuh saya memiliki berat maksimal 70 kg.

Bersepeda ke kantor sudah saya lakoni sejak 2005, bahkan bersepedanya sendiri sudah dilakukan jauh sebelum itu. Hanya saja, mungkin saya kurang ‘ngotot’ bersepeda agar lemak yang ada di tubuh bisa terbakar. Mungkin faktor keluarga yang membuat saya merasa tenang dan tentram sehingga makan pun menjadi tak bermasalah dan nikmat-nikmat saja. Mungkin juga faktor usia yang membuat tubuh begitu mudahnya mencipta lemak yang pada akhirnya enggan untuk pergi. Mungkin juga faktor kesibukan sehingga saya tidak begitu memperhatikan kondisi tubuh. Wallahu’alam. Tampaknya saya harus berolahraga lebih giat lagi. Mungkin harus ditambah dengan renang tiap minggu agar pernafasan saya makin membaik.

Read the rest of this entry »

Jika sobat baraya tinggal di Jakarta, cobalah sekali-kali memantau Jl. Sudirman di pagi atau sore hari. Lihatlah baik-baik keadaan lalu-lintas di jalan itu. Abaikan kendaraan bermotor yang beroda dua, empat, atau lebih yang lewat. Abaikan pula kendaraan non motor di mana empunya kendaraan juga masih tetap berjalan kaki. Tapi perhatikan kendaraan non motor yang melaju (boleh dikatakan) cepat di antara kendaraan bermotor, beroda dua, dan pengendaranya berpakaian layaknya sedang berolahraga. Memakai helm, sepatu, sarung tangan, kacamata, pakaian ringkes, dan ransel.

Ya, kendaraan itu adalah sepeda. Dan pengendaranya sebenarnya bukan sedang berolahraga (kendati mereka semua sepakat kalau apa yang mereka lakukan adalah berolahraga), melainkan sedang berangkat kerja atau istilah kerennya adalah Bike to Work (B2W). Apa?! Mereka berangkat kerja dengan bersepeda? Apakah mereka orang tidak punya? Tidak juga, karena sebagian dari mereka adalah para pengusaha muda. Jadi, mereka pun sebenarnya punya motor dan bahkan mobil di rumahnya. Tapi kenapa bersepeda?

Read the rest of this entry »


Archives

Blog Stats

  • 153,624 hits
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 93 other followers