Mari Berbagi Bacaan …

Archive for the ‘Resensi [Cerpen]’ Category

Malam menjadi hening. Agak lama dari biasanya. Aku pun beranjak dari pembaringan dan mengintip dari sela-sela kain pembatas pengganti pintu kamarku. Di ruang tengah, kulihat Budhe tengah mengamati mesin jahitnya. Ada sesuatu yang salah lagi.

Aku membalikkan badan dan menyandar pada dinding anyaman bambu. Mataku memandang langit-langit yang tidak sedap dipandang. Kasihan, Budhe, kata hatiku lirih. Mesin jahit itu sudah tua dan sering macet. Padahal pesanan tidak mengenal istilah macet.

Read the rest of this entry »

Republika (Jumat, 11 Maret 2011) — Orang tua mana yang tidak ingin punya anak shalih, berakhlak baik, berkepribadian kuat, santun, dan cerdas? Semua pasti punya cita-cita seperti itu. Semua harapan-harapan terbaik biasanya selalu dilekatkan pada anak-anak kita. Apalagi, keberhasilan membentuk anak yang shalih adalah salah satu jaminan pahala tiada henti meskipun si orang tua telah kembali pada-Nya kelak.

Sayangnya, di era reformasi ini banyak sekali godaan bagi putera-puteri kita. Kita lihat, sarana-sarana informasi tersedia di mana-mana dan sangat mudah diakses. Orang tua seringkali “kecolongan” saat anak ternyata secara sengaja atau tidak sengaja melihat, membaca, mendengar, atau menonton hal-hal yang sebenarnya terlarang bagi mereka. Belum lagi masalah pergaulan. Anak memang harus dan butuh berinteraksi dengan lingkungannya. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, justru akan berdampak negatif terhadap perkembangan sosial mereka. Namun, bagaimana bila tanpa sepengetahuan orang tua, di luar sana anak ternyata bergaul dengan teman yang berakhlak kurang baik, jauh dari nilai-nilai Islam, dan hal-hal negatif lainnya?

Read the rest of this entry »

“Bangun tidur, kuterus shalat…,” kata Dodo riang.
Dodo menuju kamar mandi sambil bernyanyi.
“Waaa … Dodo sudah bangun, ya?” Bunda kaget dan terharu.
“Dodo mau shalat berjamaah, Bun,” kata Dodo.
Dodo, Ayah, dan Bunda pun shalat berjamaah.
Ayah menjadi imam.
Bunda dan Dodo menjadi makmum.
Selesai shalat, Dodo mencium punggung tangan Ayah dan Bunda.
Ayah pun memimpin doa.

Rabbij’alni muqiymash-shalaati wa mindzurriyatii.
Rabbana taqabbal du’aa(i)

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku (keluargaku) orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

Read the rest of this entry »

Ada gairah, kenikmatan, dan kerinduan yang menyeruak ketika Ramadhan semakin dekat. Pengalaman beribadah yang dilaksanakan setiap tahun oleh umat Muslim di berbagai belahan dunia lengkap dengan segala pernak perniknya, menjadi satu kebutuhan yang selalu dinantikan kehadirannya. Suara bedug bertalu-talu, pergi tarawih berbondong-bondong, pengalaman masa kecil ketika ikut berkeliling membangunkan sahur, jungkir balik menyiapkan hidangan Ramadhan untuk pertama kalinya bagi keluarga, hingga segala kehebohan menjelang Idulfitri yang terkadang meninggalkan cerita sedih ataupun lucu dan tak terlupakan sepanjang sisa usia.

Itulah salah satu penggalan kalimat di belakang sebuah buku yang terbit bersamaan dengan momen Ramadhan kali ini. Buku yang ditulis oleh para ibu-ibu tentang pengalamannya mengisi bulan Ramadhan. Storycake for Ramadhan yang berisi 44 kisah-kisah indah dan inspiratif seputar Ramadhan yang menyentuh hati ini diterbitkan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama (Juli 2011), dengan ketebalan 262 Halaman. Unik, karena buku ini ditulis oleh para ibu yang tergabung dalam grup Ibu-ibu Doyan Nulis (IDN).

Read the rest of this entry »

Seharusnya sosok itu telah menulis tentang hal ini beberapa waktu yang lalu karena memang tulisan ini lebih ‘fresh’ kalau ditulis pas hari H. Namun apa daya, dengan dalih kesibukan dan lain sebagainya jadilah tulisan ini dimuat sekarang. Ya, ini berkaitan dengan cerita “Cinta Takbutuh Alasan” yang berhasil memenangkan sebuah lomba tentang pengalaman nge-blog. Meski bukan juara utama, namun sosok itu merasa senang ikut meramaikan dan juga mendapatkan kiriman berupa paket buku.

Dan sosok itu telah lupa kapan paket buku itu sampai di rumahnya. Yang jelas, Mbak Anazkia sudah dua kali menanyakan tentang alamat sosok itu baik melalui email maupun inbox di fesbuk. Paket itu adalah berupa 2 (dua) buah buku yang merupakan keluaran Nulis Buku, yaitu “Jerawat Cinta” buah karya Fanny Fredlina dan “Pagi, Cappucino, Buku, Hujan, dan Aku” buah karya Non Inge.

Read the rest of this entry »

Sudah jelas, cewek memang beda dengan cowok. Dari sisi fisik saja sudah menunjukkan perbedaan yang signikan antara cewek dan cowok. Masalah fisik ini tidak perlu dibahas lagi di sini karena kamu-kamu sudah dianggap tahu dan mengerti. Kalau nggak, mending kamu tanya sama ibu kamu sendiri biar komunikasi dengannya makin asyik setiap harinya. Setuju, kan?

Perbedaan fisik antara cewek dan cowok pun berimbas pada masalah pola pikir. Makanya, nggak heran kalau cewek lebih mementingkan masalah penampilan dengan sering dandan. Mulai dari berpakaian mewah, perhiasan yang tersampir, sampai wewangian yang membuat orang lain—terutama untuk menarik perhatian kaum cowok—dapat mencium aromanya. Hal ini pun normal karena kecenderungan kaum cewek dan pesona tubuh ini memang sudah Allah anugerahkan khusus untuknya. Tanpa perlu di-make up pun, sudah dari sananya kalau para cowok akan tertarik dengan pesona cewek.

Read the rest of this entry »

“Ayo, bilang terima kasih!”
“Jalan yang tegak, jangan membungkuk!”

Begitu kata-kata ibu Anda dulu ketika Anda masih kecil. Sekarang, Anda pun mengajarkan hal yang sama kepada anak Anda. Sikap sopan, hormat, kerendahan hati, atau perhatian penuh, diproyeksikan melalui berbagai gerak-gerik atau bahasa tubuh kita, baik di kelas, di tempat kerja, atau di tempat-tempat lain.

Tak peduli betapa hebatnya curriculum vitae Anda, atau betapa brilian ide Anda, bagaimana kita membawakan diri tetaplah mendapatkan penilaian yang cukup menentukan. Penelitian menunjukkan bahwa kita hanya butuh empat menit untuk membuat impresi pertama, dan, menurut studi yang diadakan Profesor Albert Mehrabiany dari UCLA, bahasa tubuh akan diperhitungkan sebanyak 55 persen. Sisanya, 38 persen berasal dari intonasi suara, dan hanya 7 persen yang berasal dari kata-kata yang kita sampaikan.

Read the rest of this entry »


Archives

Forum Lingkar Pena

Blog Stats

  • 235,305 hits
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 217 other followers