Archive for the ‘Quotes Bang Aswi’ Category
Mencoba Menanam Kembali
Posted on: September 22, 2011
Benih itu
Ya, benih itu
Benih yang seharusnya kujaga
Kurawat dan kukasihi
Dengan cinta yang sebenarnya
Iktikaf
Posted on: August 23, 2011
… dan janganlah kamu pergauli mereka sedang kamu beriktikaf dalam masjid. (QS. Al-Baqarah: 187)
Abu Said Al-Khudriy ra. berkata, “Rasulullah saw. melakukan iktikaf pada hari kesepuluh pertama bulan Ramadhan, kemudian pertengahannya. Beliau memakai kopiah buatan Turki yang dihiasi dengan tenunan. Lalu beliau memindahkan hiasannya ke atas kopiahnya. Kemudian mengangkat kepalanya dan berkata di hadapan orang banyak, ‘Aku beriktikaf pada sepuluh malam pertama, menunggu (lailatul qadr) pada malam ini, kemudian beriktikaf lagi pada pertengahannya. Tatkala tidur, aku mendapatkan wahyu bahwa lailatul qadr itu pada sepuluh malam terakhir. Barang siapa yang ingin beriktikaf maka lakukanlah.’ Setelah itu, para sahabat pun beriktikaf bersamanya.” (HR. Muttafaq’alaih)
Dai Aisyah ra., istri Nabi saw., bahwasanya Nabi saw. biasa beriktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga meninggal dunia. Kemudian diteruskan kebiasaan iktikafnya oleh istri-istri beliau. (HR. Muttafaq’alaih)
Baca juga artikel yang berkaitan atau melihat daftar isi
Berlomba di Penghujung Ramadhan
Posted on: August 22, 2011
Berlomba-lombalah kamu dalam (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Al-Hadid: 21)
Maka berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan (QS. Al-Baqarah: 148)
Bunga yang Taklagi Menyapa
Posted on: August 21, 2011
Takada lagi dialog
Takada lagi diskusi panjang
Takada lagi kata-kata bersayap
Semua lenyap … menguap tanpa bekas
Rasakanlah, Cinta
Posted on: June 12, 2011
Embun itu cinta,
dan aku akan mengecupnya
hingga menjelma bunga.
Adalah hati
yang dapat merasakan cinta.
Apalah arti kata-kata
yang bertaburan permata
jika pada akhirnya semu?
Aku hanya ada di sini untukmu
dan kau pun bersemayam di hatiku.
Kita adalah nyata dan mereka semu.
Rasakanlah, Cinta.
Rasakan.




Recent Comments