Archive for the ‘Penerbitan’ Category

Peresensi : Sinta Nisfuanna
Judul : Bisnis Laundry Kiloan
Penulis : Bang Aswi
Penerbit : Penebar Plus
Tahun : 2009
Genre : Entrepreneur
Tebal : 114 halaman
ISBN : 978-979-3927-81-7
Outsource Publishing : Indscript Creative
Budaya dinamis dan serba cepat sepertinya telah mewabah pada diri warga Indonesia, terutama bagi para pekerja dan mahasiswa. Banyaknya aktivitas kerap membuat mereka malas untuk berurusan dengan hal-hal yang dinilai sepele. Salah satunya ketika berurusan dengan cucian. Padahal, meningkatnya aktivitas pasti berbanding lurus dengan penggunaan pakaian. Tuntutan pekerjaan atau kuliah membuat mereka sulit untuk bisa menyisakan waktu sekadar mengurusi pakaian kotor yang memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Bahkan tidak jarang bisa membutuhkan waktu seharian, dari mulai mencuci, mengeringkan sampai menyetrika.
Sejak 1952, New York Times telah meminta beberapa juri terpilih untuk menentukan 10 buku terbaik tiap tahunnya dari ribuan buku-buku anak yang terbit pada tahun yang bersangkutan. Juri-juri yang terpilih untuk tahun ini adalah Adam Gopnik, seorang penulis New Yorker yang menulis dua novel anak “The King in the Window” dan “Steps Across the Water”. Lalu ada Jillian Tamaki, seorang dosen di School of Visual Arts yang pernah mendapatkan medali emas dari Society of Illustrators. Dan yang terakhir adalah Lisa Von Drasek, seorang pustakawan anak-anak dari the Bank Street College of Education.
Nah, kesepuluh buku-buku anak terbaik tahun 2009 adalah:
Asli atau Bajakan?
Posted on: October 1, 2009
Salah satu faktor kunci yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan ekonomi kreatif—ekonomi yang berbasiskan sumber daya intelektual manusia—adalah membangun budaya penghargaan terhadap hasil karya intelektual orang atau pihak lain.
—-“Gila banget, La!” seru Rani dengan wajah berseri-seri. Dia baru saja pulang setelah tadi pagi pamit untuk membeli buku. “Gue nggak nyangka harganya semurah ini,” ujarnya sambil mengeluarkan buku supertebal dari dalam tasnya.
—-Karla hanya menaikkan kedua alisnya saat Rani meletakkan buku berwarna merah itu di depannya. Suara keras pun bergema, bersamaan dengan debu tipis yang beterbangan di sekitar buku tersebut.
—-“Kamus Besar Bahasa Indonesia,” ucap Karla membaca tulisan yang terpampang besar-besar di halaman muka buku yang sudah dipegangnya itu. Dia memperkirakan kalau ketebalan buku tersebut mencapai 6 cm. Bisa dipakai buat bantal tuh, ujar suara hati Karla iseng.
Dunia Kata-kata Bernama Naskah
Posted on: September 7, 2009
Naskah merupakan bahan baku utama penerbit. Hubungan antara penerbit dan naskah jelas merupakan hubungan yang liner alias saling bersinggungan. Semakin banyak penerbit, semakin banyak pula naskah yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan para pembaca dalam berbagai segmen. Begitu pula hubungan antara naskah dan penulis. Semakin banyak naskah yang dibutuhkan, sudah seharusnya semakin banyak pula penulis yang ada.
Di Indonesia, minat menulis buku termasuk minim dan jarang dilakoni oleh masyarakat kita. Bahkan, para akademisi kita (para dosen ataupun sarjana) juga jarang menulis buku. Untuk mengatasi kurangnya para penulis di Indonesia tidak salah kalau kemudian muncullah sebuah organisasi kepenulisan bernama Forum Lingkar Pena (FLP), yang meminjam perkataan Taufik Ismail, “FLP adalah hadiah terbaik bagi Indonesia.” FLP yang didirikan pada 22 Februari 1997 ini memiliki visi untuk menjadi sebuah organisasi yang memberikan pencerahan melalui tulisan. Pencerahan ini kemudian disalahartikan sebagai dakwah yang sempit sehingga memunculkan wacana bahwa untuk menjadi anggota FLP haruslah Muslim dan malah semakin disempitkan bahwa FLP adalah termasuk corong partai politik tertentu. Jelas ini salah!
Menghitung Harga Buku
Posted on: August 31, 2009
Saat sobat baraya pergi ke toko buku dan membeli sebuah atau beberapa buku, pernahkah sobat baraya bertanya mengapa buku ini harganya jauh lebih murah daripada buku itu kendati jauh lebih tebal? Mengapa buku ini mahal sekali padahal sangat tipis? Mengapa buku-buku terbitan A selalu berada di bawah angka 50 ribu rupiah sedangkan buku-buku terbitan B selalu berada di atas angka 50 ribu rupiah? Mengapa buku-buku terjemahan lebih mahal daripada buku-buku yang ditulis oleh penulis lokal yang sama-sama ditulis dalam bahasa Indonesia?
Well, ada banyak faktor yang membuat buku memiliki harga yang berbeda-beda. Bahkan, faktor-faktor yang kadang-kadang tidak pernah dipikirkan oleh para pekerja buku–dan sangat dihindari–pun bisa jadi membuat harga sebuah buku menjadi sangat mahal dari perkiraan awal. Misalnya saja keterlambatan proses sebelum naik cetak, kesalahan pada cetakan sehingga harus diulang, atau kesalahan pada sampul buku sehingga harus dibuat jaket.




Recent Comments