kon·sis·ten·si /konsisténsi/ n 1 ketetapan dan kemantapan (dalam bertindak); ketaatasasan. — kontekstual Ling kualitas terjemahan yang diperoleh dengan menerjemahkan ungkapan yang cocok untuk konteks tertentu dan bukannya untuk semua konteks.
Menurut bahasa sehari-hari, konsistensi adalah sebuah janji dalam hati yang dijalankan dengan sebenar-benarnya. Misalnya dalam menulis blog, Bang Aswi menggunakan kata sosok itu sebagai kata ganti pertama maka itulah yang harus dipegangnya saat menulis di blog.
Lalu, bagaimana hubungan konsistensi dengan menulis, khususnya blog? Sosok itu pun mencoba mengajak ibu-ibu yang tergabung di grup IIDN alias Ibu-Ibu Doyan Nulis untuk saling melengkapi tentang konsistensi. Menurut Bu Ety, konsistensi itu memiliki halangan berupa manajemen waktu. Ada banyak target yang ingin dicapai sehingga blog pribadi kadang menjadi prioritas terakhir. Sosok itu membenarkan pendapat Bu Ety. Bahkan, kalau mau jujur, beberapa penulis juga masih menomorduakan pekerjaan menulisnya karena mereka sudah terikat kontrak sebagai karyawan atau lebih dari itu. Sehingga menulis hanya bisa dilakukan selepas bekerja dan itu hanya terjadi pada malam hari.
Menurut Bu Afin konsisten itu perlu karena ketika kita konsisten maka banyak yang akan melihat blog kita dan mengintip apa yang kita isikan di sana. Meski kata Bu Ety kadang juga bingung menentukan tulisan mana yang mau dituliskan di blog dan mana yg mau dikirim ke media. Hati sebenarnya ingin menulis yang bagus-bagus di blog pribadi tetapi takut di copy-paste. Nah, sosok itu menganjurkan agar kita semua harus mempunyai manajemen waktu yang baik. Menulis di blog awalnya hanya curahan tak penting (katanya), tapi apakah benar-benar tidak sepenting itu? Padahal itu adalah bagian dari cerita kehidupan kita sendiri.
Kata Bu Ety, dunia blog adalah bagian dari dunia internet yang luar biasa bebasnya. Oleh karena itu kita harus pintar-pintar menuliskan hal-hal yang memang tidak perlu khawatir kalau di-copas. Pilihlah konten yang benar-benar bermanfaat. Menurut Bu Afin, menulis di blog itu mengasyikkan. “Ada tuh teman yang dari blog dia dapat sponsor sampai beberapa juta per bulan. Kalau saya sih ngeblog emang buat marketing dagangan
Jadi gak takut di-copas juga …. semangat!”
Sosok itu pun menyarankan jika hendak membuat buku (misalnya), ya buatlah naskah bukunya seperti biasa. Konten buku itu jelas ditulis tanpa orang lain tahu dulu. Di blog, kita bisa menulis tentang proses kreatifnya. Misalnya halangan untuk menulis. Atau potongan-potongan yang bisa membuat calom pembaca penasaran dan nantinya mau membeli buku kita. Di dunia blog, ada juga blogger yang mengandalkan ‘job review’ seperti menghadiri undangan pada event tertentu lalu menuliskan beritanya pada blog kita (menjadi semacam jurnalis). Kembali ke soal konsistensi, menulis di blog kadang membuat jenuh, kata Bu Ety. Tampilan blog terlihat tidak menarik.
Sosok itu lalu memberikan Tips Konsisten Menulis di Blog, yaitu:
- Buat atau pilihlah theme blog yang indah, tidak hanya agar dapat menarik orang lain mau mampir dan membaca tetapi juga agar kita pun senang dan puas sehingga mau terus menulis di blog. Untuk theme, bisa meminta bantuan teman yang bisa kalau kita tidak bisa.
- Blog yang kita buat sudah dikonsep dengan cantik apakah menulis keseharian atau hanya tema-tema tertentu saja, misalnya tentang buku, anak, atau hanya dagangan kita saja. Konsep yang matang akan membuat kita tidak kebingungan akan menulis apa. Bahkan, dengan konsep ini pun kita bisa merencanakan akan menulis apa esok hari atau seminggu ke depan.
- Jadwalkan waktu menulis di blog dan wajib ditaati. Kalau gagal, buat semacam denda untuk menyemangati diri sendiri. Misal, harus membuat 2 tulisan pada periode berikutnya atau mentraktir anak-anak kita ^_^
Bu Ety bertanya, “Kalo gaya bahasa blog, baiknya bagaimana? Apa harus konsisten juga dalam memilih gaya bahasa untuk blog kita?” Sosok itu mengiyakan. Tetapi kalau dari awal berproses, maka menulislah dengan berproses. Gaya bahasa ini juga mencerminkan karakter blog kita sehingga orang yang mau datang itu biasanya karena suka dengan gaya bahasa kita. Untuk proses ini, tentu perlu waktu. Nah, selamat menulis.[]
Like this:
Like Loading...
May 30, 2012 at 12:27 pm
Stujuu sama tips nya..
lagi mencoba..
menulis lebih baikk..~!!
Makasih BAng sharenya..