Mengenal Asma Lebih Dekat
Posted on: July 31, 2011
- In: Sosok Itu
- 6 Comments
Sepeda yang menganggur dan akhirnya digotong!
Sudah seminggu lebih sosok itu mendekam dalam ketidakberdayaan fisik. Apalagi kalau bukan karena penyakit biasanya yang kambuh, yaitu asma. Penyakit yang muncul sedari kecil dan tergolong parah diantara keluarganya ini merupakan momok menakutkan bagi dirinya. Aktivitas biasa yang seharusnya bisa dilakukan menjadi sangat terbatas oleh keberadaan asma. Bukan hanya aktivitas fisik, bahkan untuk berbicara pun sulit sekali.
Awalnya cukup sederhana, yaitu rasa sakit di tenggorokan sebagai penyebab mula munculnya penyakit flu. Pilek dan batuk-batuk langsung menyertai hingga akhirnya asma muncul. Apabila diiringi dengan demam pada malam hari tentu harus diwaspadai dengan pemeriksaan darah, apalagi dengan kondisi badan yang lemas setiap harinya. Dari hasil pemeriksaan darah hari pertama cukup mengkhawatirkan, yaitu hanya tersedia 175ribu trombosit (batas minimalnya adalah 150ribu). Pemeriksaan darah hari kedua berakhir bahagia karena trombosit yang tersedia meningkat menjadi 225ribu.
Sosok itu pada akhirnya harus menerima asupan asap bernutrisi bagi tenggorokannya yang menyempit (nebulizer) sebanyak tiga kali, yaitu pada hari pertama pemeriksaan, pagi esoknya, dan juga siang esoknya. Menurut dokter yang memeriksanya, sosok itu seharusnya dirawat inap namun dia tidak mau. Setelah menjalani proses rawat jalan, ternyata kondisi sosok itu takjuga membaik. Padahal selama proses sudah dibarengi dengan memaksakan diri bersepeda, tetapi tetap saja kurang. Cuaca memang sedang tidak bersahabat dengannya. Bandung sedang mengalami suhu rendah setiap malam dan subuhnya sehingga cuacanya begitu dingin. Belum ditambah cuaca ekstrem yang panas di siang hari dan angin kencang yang tentu saja tidak sehat.
Sosok itu mencoba ber-Yoga dan nebulizer yang kerap menemaninya
Barulah pada Sabtu (30/7) sosok itu merasa siap untuk menjalani rawat inap di RS. Baju dan peralatan mandi sudah dipersiapkan dari rumah. Untuk memastikan diri, dokter yang dituju adalah spesialis paru untuk mengetahui keadaan fisik yang sesungguhnya. Untung pilihannya tepat dan dr. Herudian dengan gamblang menjelaskan penyakit asma yang diderita sosok itu. Katanya, asma yang dideritanya itu sudah takterkontrol lagi. Asma memang tidak dapat disembuhkan tetapi seharusnya asma bisa dikontrol. Jadi, kalau serangan asma sudah terjadi secara bertubi-tubi setiap malamnya atau setiap harinya, itu adalah jenis asma yang sudah takterkontrol lagi.
Obat-obat asma yang ada sebenarnya terbagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu obat-obatan jenis Temporary Healer (TH) dan jenis Controller. Obat TH itu yang sering atau mudah ditemukan di warung atau apotek. Sebut saja Napacin, Asmasolon, Salbutamol, atau Ventolin Sirup/Inhaler. Obat-obat ini memang meredakan serangan asma dan menyembuhkan tetapi hanya untuk waktu tertentu. Bisa jadi besok, lusa, atau seminggu kemudian serangan asma akan datang lagi. Ya, obat TH memang manjur tapi untuk batas sampai kapan? Bagaimana dengan kondisi ketika obat-obat TH itu taklagi menyembuhkan saat ada serangan asma seperti yang dialami oleh sosok itu?
(i) Ventolin (biru), (ii) Symbicort (merah), dan (iii) Seretide Diskus (ungu)
Sedangkan obat-obat Controller dapat mengatur serangan asma. Bisa jadi serangan asma hanya terjadi satu kali dalam setahun dan itu pun tidak terlalu berat. Hanya yang perlu diingat bahwa obat Controller itu diberikan dalam jangka waktu tertentu, misal selama 3 bulan atau 6 bulan. Meskipun tidak ada serangan asma, obat Controller tetap harus diberikan misal 2 dosis dalam sehari. Dari segi harga, obat-obat jenis Controller memang lebih mahal daripada obat-obat jenis TH. Napacin bisa dibeli Rp2 ribu per 4 tablet. Paling mahal Ventolin Inhaler yang bisa dibeli dengan harga Rp95 ribu untuk 200 dosis namun efeknya lebih manjur dan hanya disemprot. Dan lihatlah harga obat jenis Controller dimana sosok itu pernah mencoba Symbicort yang Harga Eceran Tertingginya (HET) Rp569 ribu per 120 dosis. Kini, sosok itu mencoba Seretide Diskus yang HET-nya Rp185 ribu per 60 dosis.
Jika masih bingung, dr. Herudian mengumpamakan penyakit asma itu dengan mengisi air pada ember yang bocor. Obat-obatan TH adalah air yang ditambahkan pada ember bocor tersebut. Untuk sementara air memang bisa penuh, namun lambat laun kebocoran itu akan menguras airnya secara perlahan. Sedangkan obat Controller berfungsi menambal kebocoran ember tersebut sedikit demi sedikit dan air pun tidak ada yang terbuang percuma. Orang normal (non-asma) memang tidak memiliki kebocoran sedang orang yang berasma akan terus bocor tetapi dengan adanya obat-obatan Controller, kebocoran itu terus dijaga dan dikontrol.
Sosok itu sedang dalam tahap takterkontrol. Semoga dengan adanya obat-obat jenis Controller, penyakit asmanya sedang menuju pada tahap terkontrol sebagian. Jika sudah melewati tahap itu dengan baik, tentu asmanya akan kembali pada tahap terkontrol. Tahap yang sangat diharapkannya. Mohon doanya, ya. Semoga penjelasan ini sangat bermanfaat bagi penderita asma di mana pun. Nah, bagaimana dengan para penderita asma di sekitar kamu?[]
Baca juga artikel yang berkaitan atau melihat daftar isi
6 Responses to "Mengenal Asma Lebih Dekat"
kalo ember bocor kenapa ga dilem pake lem plastik bang,,daripada mahal2…*ga baca ya itu loh..ANALOGI…
alhamdullillah..mudah2an cepet naik pangkat jd terkontrol deh bang..^^
jgn bandel bang..hehe
..berbagi pengalaman nih…nebulitzer mahal
tahun 2000 aku pernah beli min harganya..rp800rb, setelah minta pendapat teman yg kebetulan kerja di rs khusus Paru,untuk terapy atau pertolongan pertama mendingan beli atau sewa tabung oxygen yg ukuran kecil, atau beli ventolin,..Alhamdulillah..saudaraku dah BEBAS asma, dia sendiri bingung kalau ada yg tanya termasuk aku : obatnya apa ? atau yg mn..?…berhubung dah numpuk koleksi obatnya dari herbal,medical sampai call hati kalong hehehehe….tp aku bs lihat,mungkin gaya hidup dia dan cara dia menghadapi kehidupan ini dengan asmanya…! pokoknya jangan patah smangat….Bang..!
Terimakasih banyak sudah berbagi tentang pengobatan asma, saat ini pun, saya sementara pengobatan asma dengan menggunakan Symbicort







August 3, 2011 at 1:06 pm
Euleuuuhh….Alhamdulillah atuh bang kalo skrg udh sembuh mah… analogi air dan ember bocornya sangat dimengerti Bang, insyaALLAH bermanfaat ilmunya, hatur nuhun.