Bahasa Gaul, Apa Sih?
Posted by: Bang Aswi on: June 21, 2011
Irena ternyata membawa Icang ke sebuah pesta ulang tahun seorang temannya, entah teman dari mana, yang jelas bukan anak Binke, yang diselenggarakan di sebuah restoran papan atas. Temannya itu pasti se-borju Irena, buktinya sanggup menyewa resto yang harga sekali makan sama dengan jatah ‘beasiswa’ dari ortu Icang untuk dua bulan. Teman Irena itu bernama Anita, cewek cakep bermata sipit dan berkuning langsat, keturunan Tionghoa. Ia menyambut Irena dengan segala kecerewetan khas ABG golongan the have.
“Halo … Irena, akhirnya lo datang juga ke my birthday party! Gue seneng banget karena gue pikir lo udah lupa sama gue!”
Bahasanya Jakarta-an, tetapi logatnya medok khas Solo, pikir Icang iseng.
“Masak sama temen sendiri lupa? Meski udah dua tahun nggak ketemu, aku masih inget kamu, Nit! Kita kan tiga tahun di SMP satu kelas terus. Hei, kamu ngelanjutin sekolah ke Aussie kan? Gimana rasanya sekolah sama bule?”
Ajaib, tenyata Irena bisa renyah seperti kicauan burung prenjak juga….
“Wah, extraordinary! Segalanya menyenangkan. Sayang babe lo terlalu protect sama lo. Kuliah di luar negeri aja dilarang. Eh, gue sekarang sudah punya gebetan bule lho … namanya Dick! Sayang dia nggak bisa ikutan terbang ke Indonesia karena sedang sibuk penelitian buat ikutan karya ilmiah. Nah, yang satu ini … siapa? Cowok lo?”
“Cowokku?” Irena melirik Icang dengan paras merendahkan. “Eh, kamu jangan menghinaku begitu dong! Mentang-mentang dapet doi orang bule!”
“Eh, siapa yang menghina lo?” Anita tampak bingung.
“Aku masih ngejomblo tahu nggak?”
“Terus dia?” Anita semakin bingung.
“Dia itu sopir keluargaku yang baru. Pacaran sama sopir? Wih … nggak level, mending juga sama Anton yang pecandu narkoba itu! Aku sih nggak mau menurunkan harga diri, Fren!”
Deg! Icang spontan merasakan wajahnya memanas. Benar, Irena cuma ingin mempermalukannya di depan umum. Sialan, jelek-jelek gini gue itu idola, Fren!
“Sopir? Dia itu sopir?!”
“Iya.”
“Suuuer?”
“Yup!”
“Wah…,” Anita mengangkat sepasang alisnya, lantas membelalakkan mata sipitnya. “Sopir lo keren banget! Gue juga mau punya gebetan kayak dia!”
Penggalan cerita di atas adalah salah satu dari contoh novel anak remaja yang bahasanya gaul banget. Eh … tunggu dulu! Kamu ngerti, kan, dengan bahasa gaul? Karena kalau kamu sama sekali nggak ngerti dengan bahasa gaul atau ada yang menyebut dengan istilah ‘bahasa gue banget’, maka dijamin dahi kamu semua akan melipat sendiri, alias nggak akan ngerti dengan istilah-istilah seperti borju, resto, the have, gebetan, dan lain-lain. Oya, biar nggak lupa dan keterusan bertele-tele, penggalan cerita di atas itu diambil dari novel Icang Love Story karya Afifah Afra yang diterbitkan oleh Syaamil, 2005.
Oke, sekarang anggap saja kamu-kamu udah ngerti dengan bahasa gaul. Masak, sih, kamu nggak gaul? Zaman geenee nggak gaul? Ke laut aja, deh! Kalau hanya istilah-istilah seperti borju, resto, the have, atau gebetan masak, sih, nggak ngerti. Anak kecil juga tahu? Tapi … gimana kalau dengan istilah AA GYM GT atau ABCD. Nah loh, apaan tuh?! Xixixi … anak gaul kudu ngarti dengan istilah-istilah ini, begitu pula dengan kamu. AA GYM GT artinya Agak-Agak Gimana Gitu sedangkan ABCD artinya Aduh Bo, Capek Deh. Nggak pusing kan? Atau memang belum pusing? Ya udah, anggap saja kamu udah mengerti dengan istilah itu semua. Anak gaul gitu, loh. Tetapi bagaimana dengan istilah ABCDE atau bahkan ABCDEFG? Walaaah … bukannya itu urutan abjad?
Kenyataannya memang nggak mudah, ya. Beberapa orang mengatakan kalau bahasa gaul itu AA GYM GT alias gampang-gampang susah. Artinya, biarpun kamu-kamu sudah mencap gaul, dijamin beberapa istilah pasti bikin otak kamu makin tambah ruwet seperti benang kusut. Karena seiring dengan perkembangan zaman yang makin cepat aja peningkatan kualitas teknologinya alias semakin maju, bahasa gaul pun semakin cepat pula berkembang. Bahasa gaul yang ada di dunia internet nggak sama dengan yang ada di pergaulan sehari-hari. Bahasa gaul orang Jakarta pun belum tentu sama dengan gaulnya orang Bandung. Bahkan, bahasa gaulnya orang yang tinggal di Tanjung Priok pun belum tentu sama dengan orang yang gaulnya di Pondok Indah. Betul, nggak? Nah, inilah kenapa kamu-kamu semua harus membuka mata dan telinga lebar-lebar terhadap perkembangan di era yang serba canggih ini biar diakui sebagai anak gaul atau nggak disebut kuper.[]
Baca juga artikel yang berkaitan atau melihat daftar isi
12 Responses to "Bahasa Gaul, Apa Sih?"
4 | melly
June 22, 2011 at 8:39 am
duh.. berasa tua juga deh klo gini…hhe
bahasa slang namanya ya klo yg gaul2 getoooo
7 | Orin
June 22, 2011 at 9:33 am
hahaha….lucu baca emoticonnya Anugrha13. Gaul banget gwetho lohhh…
8 | Puteriamirillis
June 22, 2011 at 10:07 am
bahasa gaul jaman gw smp..
egeh..kagamugu lagagigi ngagapagaigin…sigih…??
atau..
ese..kasamusu lasagisi ngasapasaisin sisih…
xixixix…
pususising kasan?’
kekeke,,,
gue suka gaya gue sendiri…(ini mah narsis..)
salam gaol bang..^^
9 | ais ariani
June 22, 2011 at 11:31 am
Bahkan, bahasa gaulnya orang yang tinggal di Tanjung Priok pun belum tentu sama dengan orang yang gaulnya di Pondok Indah
uahahhahahahahahhaha…
pastinya Lah bang. beda. anak priok kan bau-bau laut gitu bahasa gaulnya. aarrkkhhh udah lama gak tinggal di Ibukota, jadi gak ngerti deh apa ajah bahasa gaulnya.
kalau di jogja ada juga bahasa gaulnya. kek gini ni misalnya;
Panyu Baral Nyadu
Poya Muthig Poya Hoho
hihihihi. itu doang ngerti Bang.
10 | Bang Aswi
June 23, 2011 at 12:21 pm
>> Mabruri Sirampog : Dan gue suka komen ini ^^ … jadi gimana tuh bahasa gaulnya orang Jawa?
>> d e w o : Masa? Padahal tuaan sosok itu sepertinya.
>> Anugrha13 : Mantap emoticonnya. Pas di hati!
>> melly : Ini lagi yang sok imut berasa tua heuheu!
>> Ichi : ^_^
>> Asop : Tapi jangan gaul di jalan ya, apalagi kalau sudah tengah malam ….
>> Orin : Setuju!
>> Puteriamirillis : Nah, bahasa ini yang dari dulu gak pernah gue ngarti!
>> ais ariani : Jadi, lo anak mana sebenarnya? Bukannya anak Priok a.k.a. anak Pasar Ular? ^_^ Lah, panyu poha itu apa pula?




June 22, 2011 at 7:31 am
hihihi,,, gw suka gaya lohh… *segitu doang bang ngertinya…
jadi pengen bikin bahasa gaul versi jawa..