Sebuah jejak
Berantai laksana sajak
Gemulai bersama jarum yang berdetak
Di sini aku (masih) berdiri tegak
: Peganglah tanganku dan mari bergerak
Semalam adalah kelas menulis online angkatan keempat. Kelas ini terselenggara atas kerjasama Kelas Bang Aswi dan Indscript Creative. Kelas menulis online adalah pelatihan menulis secara online dengan cara konferensi yang menggunakan aplikasi yahoo messenger sebagai medianya. Trainer-nya tidak lain adalah sosok itu. Dan kelasnya sendiri mengambil jadwal tetap, yaitu setiap hari Senin pukul 20.00 – 23.00 WIB.
Sebelumnya, sosok itu mengadakan pelatihan menulis offline secara berkala. Total penyelenggaraan sudah taktercatat lagi. Para peserta pun beragam: mulai dari tingkat SLTP hingga mahasiswa, mulai dari ibu-ibu rumah tangga hingga kalangan pendidik, mulai dari karyawan biasa hingga para pimpinan perusahaan besar, mulai dari lingkungan lokal kota Bandung hingga merambah sampai Tanjungsari, Cianjur, Sukabumi, Kuningan, Subang, dan Jakarta. Jumlah peserta per pelatihannya pun beragam mulai dari (hanya) lima peserta sampai ratusan peserta.
Pada saat pelatihan berkala yang ditujukan pada ibu-ibu muda maupun kaum wanita yang belum berumahtangga, sosok itu dan Indscript Creative bekerjasama dengan Rabbani Muslimah. Delapan angkatan yang digelar pun ternyata tidak membuat beberapa bahkan seluruh peserta merasa puas. Waktu yang terbatas (dan ini adalah hal lumrah pada semua pelatihan) dan salah satunya adalah kurangnya interaksi individual pada akhirnya memaksa sosok itu untuk menyelenggarakan kelas menulis secara online. Diharapkan, kelas menulis online ini semakin menghilangkan dahaga para peserta untuk aktif lebih bertanya lagi.
Dan kini, telah empat angkatan terlewati. Dengan jumlah peserta maksimal 10 orang per angkatan, kelas menulis online pun berjalan dengan baik. Para peserta merasa terpuaskan dan langsung mempraktikkannya melalui PR maupun tugas langsung dari penerbit. Ya, apalagi kalau bukan membuat buku yang di-acc penerbit sebagai muaranya? Masing-masing angkatan pun membuat kelompok pada jejaring sosial yang membuat interaksi antaranggotanya benar-benar terjaga. Masing-masing membuat targetan tertentu demi memicu semangat menulis.
Tidak hanya itu, kelas menulis online juga pada akhirnya membuka jalur bebas dan tidak dibatasi oleh jarak yang jauh. Hal ini terbukti dengan beberapa peserta yang siap berkonferensi dari luar kota Bandung. Sebut saja Bekasi, Tangerang, Pontianak, Palembang, Yogyakarta, Tasikmalaya, Jepang, Kairo, Medan, Denpasar, Lampung, dan lain-lain. Meski kadang-kadang ada kendala pada jaringan, alhamdulillah pelatihan yang berlangsung hingga malam tadi berlangsung dengan sukses.
Sosok itu hanya berusaha. Sang Maha telah memberikan keberkahan pada kemampuannya merangkai kata-kata. Perjuangan darah dan airmata pada awal tahun 2000-an telah membuktikan bahwa penulis pun adalah profesi berharga. Masalahnya hanya pada kesungguhan masing-masing dari kita untuk menggapai profesi itu. Kalau usahanya keras, takmenutup kemungkinan kita akan mengikuti jejak Andrea Hirata. Atau menjadi kolumnis terkenal semacam Andy F. Noya maupun cerpenis andal semacam Joni Ariadinata. Takada yang tidak mungkin. Apakah Anda percaya?[]
Like this:
Like Loading...
March 8, 2011 at 8:37 am
ooh ada toh kelas menulis online. pingin sekali belajar menulis