Mari Berbagi Bacaan …

Penerbitan dan Percetakan

Posted on: August 27, 2009

Beberapa orang seringkali menganggap bahwa penerbitan adalah percetakan dan begitu pula sebaliknya. Padahal, keduanya tidak hanya berbeda secara pelafalan tetapi juga berbeda secara pasti; bahwa keduanya adalah dua perusahaan yang berdiri sendiri kendati keduanya tidak bisa dipisahkan dan saling membutuhkan.

Menurut KBBI, penerbit adalah perusahaan dan sebagainya yang menerbitkan buku, majalah, dan sejenisnya; sedangkan penerbitan adalah proses, cara, atau perbuatan menerbitkan. Percetakan sendiri bermakna tempat atau perusahaan yang berhubungan dengan masalah cetak-mencetak buku, majalah, dan sejenisnya.

Mengutip dari buku “Taktis Menyunting Buku” karangan Bambang Trim, penerbit buku adalah lembaga atau institusi yang mengolah naskah mentah dari penulis/pengarang hingga menjadi bahan siap cetak dalam bentuk dummy (prototype buku). Penerbit berbeda dengan percetakan karena modal utamanya adalah gagasan yang kemudian diolah menjadi buku siap terbit. Sedangkan percetakan, modal utamanya adalah mesin-mesin yang digunakan untuk menerima order cetak, termasuk buku. Tidak semua penerbit memiliki percetakan dan memang tidak harus pula memiliki percetakan.

Tidak ada undang-undang yang mengharuskan penerbit memiliki badan hukum ataupun perizinan sendiri di Indonesia, seperti halnya perusahaan penerbitan pers yang disarankan memiliki surat izin usaha penerbitan pers (SIUPP). Oleh karena itu, siapa pun dapat membentuk badan penerbit, termasuk perseorangan yang kerap disebut self-publisher. Siapa pun boleh menerbitkan buku tanpa memerlukan izin penerbitan sepanjang mengikuti etiket, norma, serta undang-undang hak cipta yang berlaku. Akan tetapi, dalam konteks bisnis yang lebih luas, penerbit tentu memerlukan badan hukum seperti yayasan, perseroan komanditer, perseroan terbatas, atau unit pelaksana teknis (UPT) di perguruan tinggi.

Penerbit >< Percetakan

investasi minim >< investasi besar
running by program >< running by order
BEP dalam jangka pendek >< BEP dalam jangka panjang
margin keuntungan besar >< margin keuntungan kecil
risiko: produk tak terjual >< risiko: kesalahan cetak

Di Indonesia, penerbit-penerbit yang sekaligus memiliki percetakan adalah para penerbit besar seperti Gramedia, Erlangga, Yudhistira, Bumi Aksara, Penebar Swadaya, Grafindo Media Pratama, Kanisius, Intan Pariwara, dan Tiga Serangkai. Biasanya percetakan itu menjadi pendukung untuk pencetakan buku secara massal dan cepat. Ada juga penerbit-penerbit lain semacam Sygma, Mizan, Salamadani, dan lain-lain yang juga memiliki percetakan, namun masih dalam skala kecil sehingga tak jarang mereka juga meng-order pencetakan pada percetakan lain.[]

About these ads

18 Responses to "Penerbitan dan Percetakan"

memang untuk menerbitkan sebuah buku sangatlah mudah saat ini. sehingga, banyak sekali penerbit siluman. di jogja, sangat banyak penerbit semacam itu; menerbitkan sebuah buku, terus menghilang.

bagi penulis yang memiliki modal, ada baiknya memiliki penerbitan sendiri. sehingga, naskahnya tidak harus menunggu lama untuk diterbitkan. hanya, perlu kerja ekstra untuk distribusinya ke toko-toko buku…

>> vizon : ya, berhati-hatilah terhadap mereka (tapi bukan hanya di jogja saja lho). self-publishing lebih baik kalau sudah berpengalaman, biar tidak rugi.

Assalamu ‘alaikum WR, WB
Alhamdulillah! Kita semua masih bisa bertemu Ramadhan 1430 H Tahun ini, Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga kita semua diberi kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan segala perintahNnya, Amiin.
Sahabat! 2 minggu lagi sebuah kontes seo RZSV yang saya ikuti akan berahir. Ada mimpi untuk memiliki sebuah komputer dengan berharap bisa memenangkan kontest tersebut. Saya tahu kontes ini berseberangan dengan idealisme blogger yang seharusnya, namun niatan tulus hanya untuk belajar seo. Jika berkenan sudilah kiranya menempatkan nama Rusli Zainal Sang Visioner di bagian sidebar atau blogroll blog sahabat, dengan link ke blog utama bukan pada Artikel. Seditaknya sampai kontes seo ini berahir, yaitu sampai 12 september saja,Setelah kontes berakhir, sahabat bisa menghapusnya. Bantulah saya mewujudkan impian saya, bantuan backlink dari sahabat sangatlah berarti bagi saya. tiada yang bisa saya berikan sebagai balasan atas bantuan dari sahabat kecuali ungkapan terima kasih yang sebesar-besarnya serta link back sebagaimana tradisi bertukar link.
Wassalamu ‘alaikum WR. WB

Terbit-menerbit semakin ramai. Banyak penulis baru mengaku kesulitan menerbitkan buku pertamanya. Ia putus asa.

Penerbitan pribadi mungkin bisa jadi jalan keluar.

Mungkin sekali-kali bisa dibahas juga secara khusus tentang self publisher. Siapa tahu Bang Aswi banyak info tentang hal tersebut.

>> Mus : Insya Allah kalau jodohnya juga akan dapat ^_^ Semangat ya….
>> David : Ya, bisa jadi seperti itu….
>> indra : Insya Allah, tunggu saja waktunya.

nah kalo kita punya tulisan trus pengen diterbitkan seperti buku2 best seller nah naskah kita tu enaknya dikemanakan?dimasukkan ke pernerbit dulu atau langsung ke percetakan?trus bagi hasilnya tu ky gimana c bos????

saya sebagai konsumen lebih percaya dengan buku terbitan penerbit yang sudah punya “nama”. biasanya cetakan buku dari penerbit ini bagus dan terjamin.
namun harus saya akui juga bahwa kadang-kadang “nama” bukan segalanya. ada juga buku bagus yang dikeluarkan oleh penerbit kecil. :D

makasih bang, saya dapat pencerahan setelah baca tulisan ini. self publisher mski modalnya minim tapi kira2 berapa ya rangenya untuk menerbitkan satu buku gitu?

Bang Aswi dari Salamadani ya….soalnya kok ada cerita tentang Bambang Trim.
Bagi orang awam terkadang antara penerbitan dan percetakan sering dicampur aduk, padahal dua hal yang sangat berbeda.
(Sambil mikir…mungkinkah menerbitkan buku karangan sendiri? hehehe…kayaknya kok tangeh lamun, kata bahasa Jawa.)

>> mbah gendeng : yang jelas, buku pertama kali harus masuk ke penerbit untuk diproses [edit, layout, desain], setelah itu baru ke percetakan. penulis mah tinggal enaknya aja, terima buku jadi.
>> morishige : itu betul, tapi yang penting adalah kualitas SDM yang andal.
>> antown : kalau hanya sampai cetak saja untuk 1000 eksemplar bisa sampai 4-5 juta, itu belum ongkos distribusi.
>> edratna : hehehe, dulu pernah jadi anak buah beliau. sekarang saya sudah freelance dan pernah sejajar dengan beliau waktu mengisi pelatihan kepenulisan di Biofarma. bisa saja kok kalau dananya ada, bu.

terima kasih artikelnya, sangat membuka wawasan saya. mohon ijin untuk link ke blog saya ya bang. trims.

>> tantrini : sama-sama, tantri. silakan….

wwh..makasih yah buat masukannya,,,jika ada hal yang baru lagi tentang yang berhubungan dengan menulis mohon bantuannya ya bang

>> iyuthoo : sama-sama, silakan mengunjungi blog ini. Selalu akan ada sesuatu yang baru di sini

Pekanbaru, Sabtu 15 Januari 2011.
Kepada YTH : Bang Aswi.
Assalamu ‘alaikum wr.wb
Bang Aswi, saya mohon petunjuknya. Kalau kita ingin mendirikan Perusahaan Dagang Penerbit, kemana kita harus minta izin usaha dan kepada insatansi Pemerintah apa saja ? Kira-kira berapa biaya perizinan semuanya ?
Terima kasih. Wasalamu ‘alaikum wr.wb
Surya Utama

>> Surya : Wlkmslm. Wah, kalau masalah perijinan saya kurang tahu, Mas. Saya hanyalah pelaku di bidang perbukuan a.k.a. penerbitan. Kalau soal perijinan buka usaha (meskipun itu penerbitan), saya bukan ahlinya.

terima kasih , bang Aswi artikelnya memberi semangat ! aku sedang memulai dengan menerbitkan buku kedua, berjudul ” Surau Kecil Berdinding Bilik “, buku pertama aku beri judul, ” Api Unggun “. Tetapi masih ada kendala, Bang ! terutama dalam hal pemasaran yang belum mulus. Trims.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

Forum Lingkar Pena

Blog Stats

  • 246,410 hits
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 227 other followers

%d bloggers like this: