Mari Berbagi Bacaan …

Rezeki di Pagi Hari

Posted on: August 17, 2009

Mungkin sobat baraya masih teringat dengan petuah masa lalu yang mengatakan bahwa rezeki kita akan dipatok ayam kalau tidak bangun pagi. Kebetulan kisah ini benar-benar terjadi di lingkungan keluarga saya kendati sudah cukup lama terjadi, yaitu hampir lima tahun yang lalu, tepatnya pada hari Minggu, 03 Oktober 2004.

A’ Yadin, kakak ipar saya, tiba-tiba saja mengetuk pintu kamar pagi-pagi sekali (kurang lebih pukul 05.30) untuk meminjam tas ransel. Aneh, karena memang tidak biasanya ia bangun pagi dan kali ini bahkan ingin meminjam tas. Setelah melalui obrolan singkat, saya pun baru mengetahui kalau ia akan ke Gasibu bersama Dani dan Jenny (Dani adalah karyawan PT. Pindad yang kos dan Jenny adalah sahabat kakak ipar saya yang sering menginap). Ini pun juga aneh, karena setahu saya kedua orang itu juga jarang untuk bangun pagi di hari Minggu. Biasanya kalau hari libur, mereka akan bangun sekira jam sembilan atau jam sepuluh pagi (menjelang siang).

Di Gasibu, mereka berada dalam satu tim dan berencana mengikuti games yang diadakan oleh Telkomsel (Simpati-Zone) yang juga bekerja sama dengan perusahaan salah satu merek ponsel terkenal, Nokia. Tentang tim yang mereka bentuk pun cukup singkat, yaitu tadi malam melalui obrolan yang singkat pula. Setahu saya melalui beberapa selebaran dan iklan-iklan, acara itu memang akan diadakan di 5 kota besar, termasuk kota Bandung yang jadwalnya tanggal 03 Oktober 2004. Tidak menjadi pikiran bagi saya kalau mereka terpaksa bangun pagi-pagi (kemudian langsung mandi) dan pergi ke Gasibu. Apalagi waktu itu saya harus mengatur keuangan yang sangat minim. Bagi saya (yang penting) adalah sebuah kemajuan kalau mereka sudah mau bangun pagi di hari Minggu dan mengikuti sebuah kegiatan yang sudah pasti akan menguras tenaga.

Sepulang dari acara syukuran pernikahan salah seorang sahabat, saya terkejut! Betapa tidak, A’ Yadin, Dani, dan Jenny telah sampai dan sedang duduk-duduk di teras rumah. Begitu pula dengan beberapa orang teman-teman mereka dan juga keluarga besar istri saya. Saya bukan terkejut melihat mereka, tetapi saya terkejut melihat apa yang mereka pegang dan bawa. Ya, tiga buah ponsel Nokia N-Gage terbaru berada dalam genggaman tangan mereka, berpindah tangan dari satu ke yang lainnya (beserta tempat dan buku panduan yang sudah pasti masih gres). Termasuk juga sebuah kunci raksasa yang terbuat dari styrofoam bertuliskan Yamaha. Selidik punya selidik, akhirnya terjawablah keterkejutan saya itu.

Alhamdulillah, tim A’ Yadin ternyata menjadi juara umum dalam acara games itu, yang terdiri dari beberapa perlombaan seperti balap karung, memindahkan papan, menembak sasaran, dan lomba-lomba lainnya yang kebanyakan seperti acara lomba 17 Agustusan (hanya saja semuanya harus dilakukan secara tim). Sungguh mencengangkan, apalagi mengingat ribuan peserta yang mengikuti acara itu. Akan tetapi … mereka benar-benar menang dan berhak mendapat hadiah satu buah motor Yamaha Vega dan tiga buah ponsel Nokia N-Gage terbaru. Sebuah prestasi yang amat membanggakan (saya sendiri pun hampir tidak mempercayainya), dan mungkin hanya terjadi sekali seumur hidup.

Namun di balik itu semua, ada satu catatan penting. Bahwa akhirnya saya pun menyadari kalau rezeki itu memang selalu ada bagi orang yang bangun pagi, persis seperti ungkapan yang sering saya dengar sewaktu kecil: kalau kita tidak bangun pagi, rezeki kita akan dipatok ayam. Saya tidak tahu persis ada apa di balik semua peristiwa itu. Yang jelas, mereka sudah mendapatkan rezeki yang tak terduga (dan tentu saja sangat besar) atas upaya mereka bangun pagi dan sudah pasti jatuh bangun dalam perlombaan itu. Dan sekarang, tinggal bagaimana mereka mempertanggungjawabkan semua hadiah itu nantinya.

Andai saja mereka tidak bangun pagi … wallahu’alam.[]

NB: Pagi hari di sini juga bisa bermakna bahwa ketika ada kesempatan, cepat raih dan jangan ditunda-tunda. Insya Allah tunggu posting-an saya tentang makna ‘kesempatan’.

About these ads

18 Responses to "Rezeki di Pagi Hari"

ini tulisan kayaknya pernah saya baca bang :D
hasil revisian kah? apa saya mengalami dejavu?

Good post bang :-D

Iya…orang Jawa sering bilang…”Tangi isuk…selak isin karo srengenge,rejekine ndak ilang….”
Kira kira sama artinya…kalau bunda tiap hari mesti bangun pagi,bahkan sejak sholat malam..kadang nggak bisa tidur lagi..Alhamdulillah malah sehat..

naumatus subhi turitsul fakra, tidur pagi itu mematikan pikiran… kira-kira demikian petuah dari ulama kita. bahkan dalam islam sendiri, kita disarankan untuk shalat dhuha, yang dikerjakan pagi hari, guna memohon rejeki yang lebih baik… :D

Bukankah kita memang sebaiknya selalu bangun pagi…minimal sebagai seorang Muslim, untuk menunaikan sholat Subuh.
Dan bangun pagi itu segar sekali

Bahkan di rumah sakitpun, pasien dibangunkan jam 4.30 wib untuk mandi pagi.

pagi2 dah dapet rezeki :) asyik yach

wah bener tuh, kita harus usaha mulai dari pagi hari.
pagi-pagi saya bukannya usaha malah cari berita,xixixi maklum kerjanya jam 8

rejeki memang tidak bisa ditolak bang…itu udah emang bagiannya…selamat yah

>> antown : Bukan dejavu, memang betul tulisan ini pernah dimuat di blog ini, tetapi entah mengapa hilang….
>> yangputri : Makasih….
>> dyah : Saya sendiri masih banyak kekurangan. Perbaikan!
>> vizon : Ya, shalat subuhlah untuk memperlancar rezeki.
>> edratna : Mari bangun pagi….
>> BO : Nikmat karena ada usaha.
>> rizal : Yang penting bermanfaat, Kang.
>> boyin : Makasih….

Pagi hari. Seperti puisi ‘Menyesal’ bait pertama ‘Pagiku hilang sudah melayang’

haddiirrrr….
sore2 mengunjungi sahabat, tuk memohon maaf dan mengharap kemurahan hati sahabat tuk sekedar memaafkan segala kesalahan yang telah aku perbuat.
Mari kita luruskan niat, sucikan hati, semoga Ramadhan dapat mengantar kita kembali fitri
cu….
note: sorry.., komenx-nya ntar aja ya…..

>> shidiq : karangan siapa tuh?
>> perigitua : sama-sama, mohon maaf lahir dan batin.

Itu puisinya Ali Hasjmi yang judulnya menyesal.

>> shidiq : Wah, mantep tuh….

sebenarnya rejeki c bukan dari bangun paginya tu menurut mbah y hanya saja ketika bangun pagi maka aura kita untuk mengenal dunia lagi fresh sehingga dunia pun akan baik ke kita salah satunya y rezeki (duit) tu padahal rezeki bukan hanya di duit saja lo yg jelas rezeki tu salah satu kebahagiaan yg kita dapatkan :)

>> mbah : betul, mbah, rezeki itu bukan bermakna materi semata dan bukan pula karena bangun paginya tetapi lebih dalam lagi maknanya ^_^

klu ALLah sudah mengatakan terjadi,.maka akan terjad,..jadi jangan takutlah mbak………

>> CMK : Ya, itu sudah pasti … yang penting adalah usaha. Dan saya bukan MBAK … ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

Forum Lingkar Pena

Blog Stats

  • 248,852 hits
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 232 other followers

%d bloggers like this: